Rabu, 25 Februari 2015

Pengalaman pertamaku menulis, agak sedikit gugup sih :D :D,
tapi saya mencoba memberanikan diri. Bismillah. :)

Mungkin para pembaca pernah merasakan suka duka menapaki kehidupan ini, atau mungkin juga pernah merasakan kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Begitu juga dengan pengalaman saya menapaki kehidupan yang fana ini.

Awalnya saya merasakan kesedihan yang teramat sangat mulai dari perpisahan orang tua, diikuti pola hidup yang tidak baik. Masa Sekolah yang kurang menyenangkan, hingga merasakan dinginnya jeruji besi. Semua masih bisa kulewati, saya percaya inilah yang namanya hidup.

Ambil hikmahnya, tinggalkan sisi buruknya. Ya,, itu rencana awalnya. Saya pun mulai meninggalkan sisi buruk kehidupanku di Bandung kampung halamanku. Merencanakan sesuatu yang lebih baik, menyendiri, pergi ke Jakarta. Akhirnya sampai juga di tanah betawi Jakarta. Tahun pertama semua berjalan dengan lancar, mendapatkan pekerjaan, mendapat tempat tinggal, bertemu dengan keluarga yang menerima dan menempatkanku menjadi bagian dari keluarga. Hemm... Segala puji bagi Allah, saya mulai dipertemukan dengan orang-orang yang mungkin bisa menjadi saksi perjalanan hidupku ini, menemukan sahabat, menemukan perempuan impian... wiiiiiittttwiiw :)

Semakin tinggi pohon bertumbuh, semakin kencang juga angin yang menerpanya. Pada kenyataannya manusia dihadapkan pada ketidak puasannya. Manusia selalu haus dengan hal-hal yang baru. Inilah tantangan hidup yang harus dihadapi. Masih teringat jelas sekali masa-masa kebodohanku sebelum sampai di Jakarta, dibekali ijazah SMA, hufthhh :). Mulai dari teknisi komputer, marketing, manajemen akuntansi, psikologi manusia, membangun bisnis, production house, foreign exchange. Hingga sekarang mulai mendalami ilmu yang menjadi kunci dan jawaban atas semua permasalahan kehidupan. Tidak lain adalah ilmu keIKHLASan.

Mengapa harus dipelajari? Toh itu kan sudah ada pada diri masing-masing.. Mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal yang mudah, tapi bagi saya keikhlasan itu bukan hanya dalam ucapan, bukan juga dalam tindakan. Tapi keikhlasan itu ada pada hati manusia, yang harus senantiasa dilatih. Karena pada dasarnya manusia diciptakan sama derajatnya, dan semua amalan tidak akan memberi manfaat kecuali dilihat dari kadar keikhlasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar